<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>GUBUK INDIES</title>
	<atom:link href="http://indiesblog.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indiesblog.wordpress.com</link>
	<description>Blogsite of Institute for National and Democratic Studies of Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Sep 2009 14:30:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='indiesblog.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/c40885c042f8f84d1f9ce8e9e1a06872?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>GUBUK INDIES</title>
		<link>http://indiesblog.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Suhu Dingin mengancam Kesehatan Korban</title>
		<link>http://indiesblog.wordpress.com/2009/09/05/suhu-dingin-mengancam-kesehatan-korban/</link>
		<comments>http://indiesblog.wordpress.com/2009/09/05/suhu-dingin-mengancam-kesehatan-korban/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 14:18:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>INDIES</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indiesblog.wordpress.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Suhu dingin Pangalengan menjadi hambatan tersendiri yang mengancam kesehatan korban gempa bumi di kawasan tersebut. Berikut ini laporannya.
Gempa berkekuatan 7,3 skala richter yang melanda Jawa Barat bagian selatan turut mengakibatkan kerusakan parah di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Diperkirakan, sekitar 80% bangunan hancur dan setidaknya 10 orang tercatat meninggal dunia akibat gempa.
Pada saat ini, Posko Jabar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indiesblog.wordpress.com&blog=2862613&post=254&subd=indiesblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Suhu dingin Pangalengan menjadi hambatan tersendiri yang mengancam kesehatan korban gempa bumi di kawasan tersebut. Berikut ini laporannya.<span id="more-254"></span></p>
<p>Gempa berkekuatan 7,3 skala richter yang melanda Jawa Barat bagian selatan turut mengakibatkan kerusakan parah di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Diperkirakan, sekitar 80% bangunan hancur dan setidaknya 10 orang tercatat meninggal dunia akibat gempa.</p>
<p>Pada saat ini, Posko Jabar Bangkit masih mengonsentrasikan upaya penanganan dampak gempa di Pangalengan, khususnya di Desa Margamekar dan Sukamanah, Kecamatan Pangalengan.</p>
<div id="attachment_258" class="wp-caption aligncenter" style="width: 324px"><img class="size-full wp-image-258" title="DSC_0180" src="http://indiesblog.files.wordpress.com/2009/09/dsc_01801.jpg?w=314&#038;h=211" alt="Cara warga mengatasi dingin adalah dengan membungkus tenda dengan plastik." width="314" height="211" /><p class="wp-caption-text">Cara warga mengatasi dingin adalah dengan membungkus tenda dengan plastik.</p></div>
<p>Menurut Rahmat, anggota Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) yang juga Koordinator Posko Jabar Bangkit di Pangalengan, setidaknya terdapat 5000 jiwa warga korban gempa yang tengah ditangani. Kondisi warga secara umum masih berada dalam kondisi trauma dan perlahan telah mulai pulih. Dampak terburuk akibat gempa dialami anak-anak dan manula, khususnya pada malam hari.</p>
<p>Seperti diketahui, Pangalengan adalah wilayah pegunungan dengan suhu pada malam hari bisa mencapai 18 derajat celsius. Suhu di musim kemarau seperti sekarang akan terasa jauh lebih dingin dibandingkan musim hujan. Karenanya, kondisi di tenda-tenda pengungsian pada malam hari jauh lebih memprihatinkan.</p>
<p>Diperkirakan, lebih dari dua ribu selimut dibutuhkan untuk membantu korban mengatasi suhu dingin pada malam hari. Selain itu, berdasarkan informasi dari pejabat setempat, tenda yang tersedia di Pangalengan baru sekitar 50 tenda, dari sekitar 200 tenda yang dibutuhkan.</p>
<p>Susu untuk balita dan pakaian dalam juga dibutuhkan warga. Untuk masalah dampak kesehatan, dibutuhkan penanganan medik dan penyediaan obat-obatan, khususnya obat penurun panas dan pernafasan, juga dibutuhkan oleh warga.</p>
<p>&#8220;Konsentrasi pekerjaan tim relawan dari Posko Jabar Bangkit masih seputar melakukan asesmen dampak gempa mengingat belum seluruh areal terdampak telah diasesmen. Untuk pekerjaan penanganan darurat masih terkonsentrasi di Desa Sukamanah dan Margamekar, Kecamatan Pangalengan,&#8221; jelas Rahmat yang juga menjadi salah seorang warga yang menjadi korban karena rumah tinggalnya ikut roboh akibat gempa.</p>
<p>Untuk kebutuhan desa-desa yang tengah tangani posko Jabar Bangkit, logistik berupa bahan makanan yang bernutrisi masih tetap diperlukan. Bagi yang hendak menyumbangkan logistik makanan, diharapkan tidak hanya mengirimkan bahan-bahan instant, namun juga disertai bahan-bahan makanan lain yang bisa dimasak.</p>
<p>&#8220;Kami kira, kegiatan memasak bersama dapat menjadi salah-satu upaya pemulihan trauma bagi korban bencana gempa,&#8221; jelas Rahmat.***</p>
<p>Sumber: <a href="http://jabar-bangkit.webs.com/">http://jabar-bangkit.webs.com/</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indiesblog.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indiesblog.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indiesblog.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indiesblog.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indiesblog.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indiesblog.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indiesblog.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indiesblog.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indiesblog.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indiesblog.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indiesblog.wordpress.com&blog=2862613&post=254&subd=indiesblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indiesblog.wordpress.com/2009/09/05/suhu-dingin-mengancam-kesehatan-korban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10c652a0d08bee42ac950ea87168587d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDIES</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indiesblog.files.wordpress.com/2009/09/dsc_01801.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0180</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Quake Victims Live Under Tent</title>
		<link>http://indiesblog.wordpress.com/2009/09/05/victims-live-under-tent/</link>
		<comments>http://indiesblog.wordpress.com/2009/09/05/victims-live-under-tent/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 08:56:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>INDIES</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Quake]]></category>
		<category><![CDATA[West Java]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indiesblog.wordpress.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[
Further information click to http://jabar-bangkit.webs.com/
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indiesblog.wordpress.com&blog=2862613&post=243&subd=indiesblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_242" class="wp-caption aligncenter" style="width: 324px"><img class="size-full wp-image-242" title="Live under Tent" src="http://indiesblog.files.wordpress.com/2009/09/tenda.jpg?w=314&#038;h=211" alt="PANGALENGAN is a mountainous area with very cold temperatures at night. Nighttime temperatures in the dry season as much colder now rather than in the rainy season. In the midst of this situation, women, children, and parents had to deal with extremely cold temperatures at night because they have to live in emergency tents from the house where he lived were destroyed. Morethan 3,000 peoples now live under tent facing a hard fasting time." width="314" height="211" /><p class="wp-caption-text">PANGALENGAN is a mountainous area with very cold temperatures at night. Nighttime temperatures in the dry season as much colder now rather than in the rainy season. In the midst of this situation, women, children, and parents had to deal with extremely cold temperatures at night because they have to live in emergency tents from the house where he lived were destroyed. Morethan 3,000 peoples now live under tent facing a hard fasting time.</p></div>
<p><span id="more-243"></span></p>
<div id="attachment_247" class="wp-caption aligncenter" style="width: 324px"><img class="size-full wp-image-247" title="tenda-2" src="http://indiesblog.files.wordpress.com/2009/09/tenda-2.jpg?w=314&#038;h=211" alt="Anak-anak dan orangtua terpaksa tidur di tenda dan menghadapi dingin." width="314" height="211" /><p class="wp-caption-text">The children and parents were forced to sleep in the tent and face the cold.</p></div>
<div id="attachment_250" class="wp-caption aligncenter" style="width: 324px"><img class="size-full wp-image-250" title="DSC_0180" src="http://indiesblog.files.wordpress.com/2009/09/dsc_0180.jpg?w=314&#038;h=211" alt="People took the initiative to cover the tent with plastic to warm up" width="314" height="211" /><p class="wp-caption-text">People took the initiative to cover the tent with plastic to warm up</p></div>
<div id="attachment_251" class="wp-caption aligncenter" style="width: 324px"><img class="size-full wp-image-251" title="Rumah" src="http://indiesblog.files.wordpress.com/2009/09/rumah.jpg?w=314&#038;h=211" alt="Examples of houses damaged by earthquakes" width="314" height="211" /><p class="wp-caption-text">Examples of houses damaged by earthquakes</p></div>
<p>Further information click to <a href="http://jabar-bangkit.webs.com/" target="_blank">http://jabar-bangkit.webs.com/</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indiesblog.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indiesblog.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indiesblog.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indiesblog.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indiesblog.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indiesblog.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indiesblog.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indiesblog.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indiesblog.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indiesblog.wordpress.com/243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indiesblog.wordpress.com&blog=2862613&post=243&subd=indiesblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indiesblog.wordpress.com/2009/09/05/victims-live-under-tent/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10c652a0d08bee42ac950ea87168587d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDIES</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indiesblog.files.wordpress.com/2009/09/tenda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Live under Tent</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indiesblog.files.wordpress.com/2009/09/tenda-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tenda-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indiesblog.files.wordpress.com/2009/09/dsc_0180.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0180</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indiesblog.files.wordpress.com/2009/09/rumah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rumah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Humanitarian Aid Needed for Quake Victim</title>
		<link>http://indiesblog.wordpress.com/2009/09/04/humanitarian-aid-needed-for-quake-victim/</link>
		<comments>http://indiesblog.wordpress.com/2009/09/04/humanitarian-aid-needed-for-quake-victim/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 05:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>INDIES</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indiesblog.wordpress.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[In Wednesday, September 2, 2009, at 14.55 Indonesia Times, strong quake by a major 7.3 richter hit West Java. At least 59 peoples were killed and morethan 39 people still missing. Humanitarian aid needed.

One among many areas that suffered by quake is Pangalengan, 60 km from Bandung, capital of west java province. According to Rahmat, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indiesblog.wordpress.com&blog=2862613&post=239&subd=indiesblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>In Wednesday, September 2, 2009, at 14.55 Indonesia Times, strong quake by a major 7.3 richter hit West Java. At least 59 peoples were killed and morethan 39 people still missing. Humanitarian aid needed.<br />
<span id="more-239"></span><br />
One among many areas that suffered by quake is Pangalengan, 60 km from Bandung, capital of west java province. According to Rahmat, member of the Alliance of Agrarian Reform Movement (AGRA), at least 80% of houses were ruined caused by quake, 5000 thousand inhabitants were forced to leave their house. Based on last report, condition in Pangalengan still under emergency situation. Member of AGRA and their local branch committee are still trying to seek aid.</p>
<p>To coordinate the logistic distribution and other humanitarian activities, the People Struggle Front (Front Perjuangan Rakyat) had formed center for humanitarian aid for Pangalengan. The center is called POSKO JABAR BANGKIT and located at INDIES office, Jalan Mampang Prapatan XIII RT 03/03 No. 03 Tegalparang, Mampang Prapatan, South Jakarta. Postal code 12790. Telp/fax: +62-21-7986468. Email: jabar.bangkit09@gmail.com. Web: http://jabar-bangkit.webs.com/</p>
<p>Humanitarian aid of quake victims in Pangalengan, could be sent the address above. Any aid logistic that sent can be monitor from website http://jabar-bangkit.webs.com/. Fund donation can be sent to BCA KCP Warung Buncit, Account Number 5520341791. Account holder Oki Firman Febrian.***</p>
<p>Further information <a href="http://jabar-bangkit.webs.com/" target="_blank">click here</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indiesblog.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indiesblog.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indiesblog.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indiesblog.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indiesblog.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indiesblog.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indiesblog.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indiesblog.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indiesblog.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indiesblog.wordpress.com/239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indiesblog.wordpress.com&blog=2862613&post=239&subd=indiesblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indiesblog.wordpress.com/2009/09/04/humanitarian-aid-needed-for-quake-victim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10c652a0d08bee42ac950ea87168587d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDIES</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Planting Fuel Harvesting Hunger</title>
		<link>http://indiesblog.wordpress.com/2009/08/23/planting-fuel-harvesting-hunger-2/</link>
		<comments>http://indiesblog.wordpress.com/2009/08/23/planting-fuel-harvesting-hunger-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 09:30:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>INDIES</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indiesblog.wordpress.com/2009/08/23/planting-fuel-harvesting-hunger-2/</guid>
		<description><![CDATA[Biofuel are being promoted as the solution to the climate change, particularly in the post-Kyoto negotiation, and oil crisis.
According to its proponents, biofuels as the renewable energy sources assumed as having such benefits as: reduction of greenhouse gas emissions, reduction of fossil fuel use, increased national energy security, increased rural development and a sustainable fuel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indiesblog.wordpress.com&blog=2862613&post=230&subd=indiesblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-229" title="Cover copy" src="http://indiesblog.files.wordpress.com/2009/08/cover-copy.jpg?w=208&#038;h=300" alt="Cover copy" width="208" height="300" />Biofuel are being promoted as the solution to the climate change, particularly in the post-Kyoto negotiation, and oil crisis.<span id="more-230"></span></p>
<p>According to its proponents, biofuels as the renewable energy sources assumed as having such benefits as: reduction of greenhouse gas emissions, reduction of fossil fuel use, increased national energy security, increased rural development and a sustainable fuel supply for the future. European Union Biofuels Directives and the US energy security Act 2007 had drove the promotion of biofuels higher than before. European Union biofuels directive that each member states should achieve at least 5.75% biofuel usage of all used traffic fuel in 2010 and 10 % in 2020 also under the US Energy Independence and Security Act 2007 intend to replace 75% of imported oil by 2025 by alternative sources of energy including biofuels.</p>
<p>Large subsidies from US and EU serve the corporate interest in biofuels investment and production. Markets on biofuels are growing. According to the World Resource Institute (WRI), while fossil fuel still account 95% of the global transportation market, biofuel production is growing roughly 15% per year, a rate over ten times that for oil. Indeed, reports show that biofuel production has been expanding at the breakneck pace in recent years. The two main types of agrofuel are bioethanol and biodiesel is growing rapidly in the last few years.</p>
<p>The wave of investment in agrofuels is restructuring agribusiness itself. New, powerful players are converging into the sector. Cosmetics corporations are selling biodiesel. Big oil is buying up plantations. Wall Street speculators are swinging deals with feudal sugar barons. All of this money circulating around the globe is reorganizing and intensifying transnational structures, linking the most brutal landowning class of the South with the most powerful corporations of the North.</p>
<p>In Asia, governments also use the hype of biofuels in their development policies. Almost all government interested to the biofuel on two aspects; a way to cut costly fuel imports and as an instrument of investment. In Asia, countries are generally separate into two categories; developed and less-developed countries; net oil exporters and net-oil importers; and so on. In East and Southeast Asia, only Malaysia, Vietnam and tiny Brunei are net oil exporters. Other countries, including OPEC member Indonesia, have struggled with several years of high oil bills and volatile crop prices.</p>
<p>At the same time, the food prices were soaring which followed by trade tensions and social unrest in many countries. The EU’s were forced to rethink their ambitious hopes for running its cars and trucks on biofuel. Amidst of the ongoing demand, many of the biofuels that are currently being supplied have been criticized for their adverse impacts on the natural environment, food security, and land use.</p>
<p>EU commission tried to respond the critique by formulating the guidance on sustainability safeguards for agrofuels production. Implementation of sustainability in the context of agrofuel production is clearly far from what UN-Energy had set as the sustainable bioenergy with it connection to development of the poor and marginalized people that burdened by the worst impact of the oil crisis.</p>
<p>All the hype about energy security, rural development, and saving the environment are empty talk because biofuels production and trade, as pushed within the context of corporate interests and driven by narrow profit motivation, in the end only bring to a higher level old problems such as those associated with GMOs and environmental degradation, and the marginalization and exploitation of direct agricultural producers while strengthening the monopoly control of First World-based TNCs in global agriculture. Energy independence can only be achieved if energy resources are effectively controlled and managed by the state, and not by private – especially foreign – corporations that have narrow interests.</p>
<p>The people in Asia will force to pay twice for this misguided “climate strategy”: rapid global warming will threaten the lives of the Asian people and communities. Indigenous and local communities will be disproportionately affected. Land grabbing and displacement are the most highlighted issue on the large-scale agrofuels production in Asia. Wherever plantation took place, whether it’s for palm-oil or jatropha plantation, land grabbing is a common type that used by corporate backed by local-military troops or other states apparatus to consolidate the land. Agrofuel expansion also force to land-use conversion.</p>
<p>The crucial impact of the large-scale agrofuel production is the destruction on the people’s food sovereignty. Monoculture agrofuel plantation makes people and communities in Asian countries cannot exercise and realize their right to access adequate and nutritious food including access to productive resources such as land and capital to produce the food. Right of people and communities also did not been recognized or disempowered to realize their economic, social, cultural and political rights and needs regarding choice of food, access to food, and food production.</p>
<p>Effective state control and management with genuine participation of people’s movements in decision making would prevent the wanton conversion of agricultural lands for biofuels production and ensure that genuine agrarian reform and national food security would not be compromised. It would also ensure sustainability because potential crops that would be used as alternative fuels would be truly developed, including the provision of substantial state support to the direct producers.</p>
<p>Sustainable and pro-people energy security program, including the production of alternative fuels, can be made possible only by a growing grassroots movement that demands government responsibility and accountability. This requires painstaking organizing and education, and coordinated mobilization of farmers, farm workers, indigenous peoples, consumers, and other vulnerable social sectors that have a direct stake in the biofuels debate.***</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indiesblog.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indiesblog.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indiesblog.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indiesblog.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indiesblog.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indiesblog.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indiesblog.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indiesblog.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indiesblog.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indiesblog.wordpress.com/230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indiesblog.wordpress.com&blog=2862613&post=230&subd=indiesblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indiesblog.wordpress.com/2009/08/23/planting-fuel-harvesting-hunger-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10c652a0d08bee42ac950ea87168587d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDIES</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indiesblog.files.wordpress.com/2009/08/cover-copy.jpg?w=208" medium="image">
			<media:title type="html">Cover copy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seized: Perampasan Tanah 2008</title>
		<link>http://indiesblog.wordpress.com/2009/05/30/seized-perampasan-tanah-2008/</link>
		<comments>http://indiesblog.wordpress.com/2009/05/30/seized-perampasan-tanah-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 06:19:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>INDIES</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Grain]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perampasan Tanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indiesblog.wordpress.com/2009/05/30/seized-perampasan-tanah-2008/</guid>
		<description><![CDATA[Seized: Perampasan Tanah untuk Ketahanan Pangan dan Keuangan telah tersedia dalam Bahasa Indonesia.

Bulan Oktober 2008, GRAIN&#8211;sebuah lembaga penelitian yang berbasis di Barcelona, Spanyol&#8211;merilis sebuah laporan ringkas mengenai perampasan tanah untuk ketahanan pangan dan keuangan. Laporan tersebut berjudul &#8220;Seized, Landgrab for Food and Financial Security&#8221;.
Laporan tersebut mendapatkan sambutan luas dari berbagai kalangan di dunia. Beberapa media [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indiesblog.wordpress.com&blog=2862613&post=227&subd=indiesblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-235" title="cover landgrab" src="http://indiesblog.files.wordpress.com/2009/05/cover-landgrab.jpg?w=104&#038;h=150" alt="cover landgrab" width="104" height="150" />Seized: Perampasan Tanah untuk Ketahanan Pangan dan Keuangan telah tersedia dalam Bahasa Indonesia.</p>
<p><span id="more-227"></span></p>
<p>Bulan Oktober 2008, GRAIN&#8211;sebuah lembaga penelitian yang berbasis di Barcelona, Spanyol&#8211;merilis sebuah laporan ringkas mengenai perampasan tanah untuk ketahanan pangan dan keuangan. Laporan tersebut berjudul &#8220;Seized, Landgrab for Food and Financial Security&#8221;.</p>
<p>Laporan tersebut mendapatkan sambutan luas dari berbagai kalangan di dunia. Beberapa media massa internasional sempat pula melakukan dokumentasi atas kasus ini.</p>
<p>Dalam laporan Grain tersebut, terdapat beberapa fenomena perampasan tanah untuk ketahanan pangan dan keuangan di Indonesia.</p>
<p>Laporan ini berguna untuk mempertajam analisis mengenai dampak krisis pangan dan keuangan dunia bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.</p>
<p>INDIES diberikan kesempatan oleh Grain untuk membantu menyebarluaskan laporan tersebut dalam Bahasa Indonesia. Laporan tersebut dapat diperoleh dengan mengunduhnya dari http://www.grain.org/briefings_files/landgrab-2008-id.pdf.</p>
<p>Atau klik <a href="http://www.grain.org/briefings_files/landgrab-2008-id.pdf">disini</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indiesblog.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indiesblog.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indiesblog.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indiesblog.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indiesblog.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indiesblog.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indiesblog.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indiesblog.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indiesblog.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indiesblog.wordpress.com/227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indiesblog.wordpress.com&blog=2862613&post=227&subd=indiesblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indiesblog.wordpress.com/2009/05/30/seized-perampasan-tanah-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10c652a0d08bee42ac950ea87168587d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDIES</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indiesblog.files.wordpress.com/2009/05/cover-landgrab.jpg?w=104" medium="image">
			<media:title type="html">cover landgrab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peoples&#8217; Week of Action Against ADB</title>
		<link>http://indiesblog.wordpress.com/2009/04/03/peoples-week-of-action-against-adb/</link>
		<comments>http://indiesblog.wordpress.com/2009/04/03/peoples-week-of-action-against-adb/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 06:16:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>INDIES</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Action]]></category>
		<category><![CDATA[ADB]]></category>
		<category><![CDATA[tribunal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indiesblog.wordpress.com/2009/04/03/peoples-week-of-action-against-adb/</guid>
		<description><![CDATA[Civil society and the most vulnerable sectors in the Asia Pacific region, will come together in Bali, Indonesia for a week-long string of activities against the Asian Development Bank, in time for its 42nd Governors&#8217; Meeting.
Schedule of Activities
May 1- Labor Day
May 2-3- Asia Pacific Peoples&#8217; Tribunal on ADB
May 4- Day of Action Against ADB
May 5- [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indiesblog.wordpress.com&blog=2862613&post=226&subd=indiesblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Civil society and the most vulnerable sectors in the Asia Pacific region, will come together in Bali, Indonesia for a week-long string of activities against the Asian Development Bank, in time for its 42nd Governors&#8217; Meeting.<br />
Schedule of Activities</p>
<p>May 1- Labor Day<br />
May 2-3- Asia Pacific Peoples&#8217; Tribunal on ADB<br />
May 4- Day of Action Against ADB<br />
May 5- Regional Forum on the Economic and Financial Crisis (co-organized by Reality of Aid/Asia)</p>
<p>Online registration for the said activities will start on April 6 and will close on April 20. To register and to access further information about the activities, please check the website www.aprnet.org</p>
<p>On how you can join or support the initiative, please contact Ava Danlog at:<br />
actionweekADB09@aprnet.org<br />
telefax +6329276981<br />
telephone +6329277060 to 62 local 205</p>
<p>Organized by IBON, RESIST!, APRN. Locally hosted/co-organized by INFID and INDIES.<br />
Supporting organizations: Asian Peasant Coalition, AGRA, International Association of Peoples&#8217; Lawyers (IAPL), Water and Energy User&#8217;s Federation (WAFED), Himalayan and Peninsular Hydroecological Network (HYPEN), Water for the People Network (WPN), National Union of Peoples&#8217; Lawyers (NUPL), Indonesian Women Coalition, E-net for Justice, GCAP Indonesia, UPLINK.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indiesblog.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indiesblog.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indiesblog.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indiesblog.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indiesblog.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indiesblog.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indiesblog.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indiesblog.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indiesblog.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indiesblog.wordpress.com/226/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indiesblog.wordpress.com&blog=2862613&post=226&subd=indiesblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indiesblog.wordpress.com/2009/04/03/peoples-week-of-action-against-adb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10c652a0d08bee42ac950ea87168587d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDIES</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemerintah AS Hampir Menasionalisasi Citigroup</title>
		<link>http://indiesblog.wordpress.com/2009/02/24/pemerintah-as-hampir-menasionalisasi-citigroup/</link>
		<comments>http://indiesblog.wordpress.com/2009/02/24/pemerintah-as-hampir-menasionalisasi-citigroup/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 17:28:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>INDIES</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indiesblog.wordpress.com/2009/02/24/pemerintah-as-hampir-menasionalisasi-citigroup/</guid>
		<description><![CDATA[New York (ANTARA News) &#8211; Citigroup Inc sedang bernegosiasi untuk melapangkan peluang pemerintah AS dalam memperluas penyertaan sahamnya sehingga suara pemerintah dalam bank raksasa yang lagi sekarat itu menjadi lebih menentukan, demikian sumber yang mengetahui proses negosiasi bisnis itu.
Jika pemerintah AS menguasai saham bank tersebut dalam jumlah yang signifikan, kendati tidak mempunyai hak untuk mengendalikan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indiesblog.wordpress.com&blog=2862613&post=225&subd=indiesblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>New York (ANTARA News) &#8211; Citigroup Inc sedang bernegosiasi untuk melapangkan peluang pemerintah AS dalam memperluas penyertaan sahamnya sehingga suara pemerintah dalam bank raksasa yang lagi sekarat itu menjadi lebih menentukan, demikian sumber yang mengetahui proses negosiasi bisnis itu.<span id="more-225"></span></p>
<p>Jika pemerintah AS menguasai saham bank tersebut dalam jumlah yang signifikan, kendati tidak mempunyai hak untuk mengendalikan, maka langkah itu sama dengan upaya nasionalisasi dan menghapus modal para pemegang saham.</p>
<p>Para pembayar pajak AS dibatasi memiliki saham biasa Citigroup yang berbasis di New York itu sampai maksimal 40 persen, namun para eksekutif bank terbesar ketiga AS itu berharap penyertaan pemerintah maksimal hanya 25 persen, lapor The Wall Street Journal, Senin, mengutip sumber yang mengetahui rencana akuisisi pemerintah itu.</p>
<p>Negosiasi bisnis ini memungkinkan pemerintah mengonversi porsi saham atas nama (saham preferen) Citigroup miliknya yang mencapai 45 miliar dolar AS yang setara dengan 7,8 persen dari total saham Citi, menjadi saham biasa dan mendilusi saham yang sudah ada sebelumnya, lanjut koran bisnis itu.</p>
<p>Pemerintahan Obama tidak mengisyaratkan bakal mendukung rencana tersebut, meskipun Gedung Putih menandaskan Obama telah mendukung sistem perbankan yang dikuasai swasta.</p>
<p>&#8220;Ini tidak bisa dianggap sebagai komitmen bahwa beberapa bank terlalu besar untuk runtuh dan akibat-akibat ekonomi terlalu buruk untuk direnungkan,&#8221; kata Tony Morriss, pakar strategi pasar senior pada Bank Investasi ANZ di Sydney.</p>
<p>Walaupun begitu, porsi saham pemerintah yang lebih besar makin memperkuat spekulasi bahwa Bank of America Corp dan kreditor lainnya mungkin memerlukan persetujuan bisnis serupa.</p>
<p>Jika langkah ini dilakukan, harga saham para kreditor lainnya itu akan jatuh, termasuk yang berkategori relatif sehat.</p>
<p>&#8220;Nasionalisasi adalah perangkap yang mesti dihindari pemerintah AS. Jika Citi dinasionalisasi, maka semua saham perbankan bisa terjerumus dalam ketakutan,&#8221; tulis analis Fox-Pitt, David Trone.</p>
<p>Dalam pembukaan perdagangan Wall Street awal pekan ini, harga saham Citigroup naik 9,2 persen menjadi 2,13 dolar AS, sementara Bank of America menguat 10,8 persen menjadi 4,20 dolar AS.</p>
<p>Sementara itu, saham JPMorgan Chase &amp; Co juga naik 5,3 persen menjadi 20,95 dolar AS dan Wells Fargo &amp; Co meningkat 8 persen menjadi 11,78 dolar AS.</p>
<p>Indeks saham berjangka AS juga naik 1 persen, sebaliknya harga obligasi pemerintah AS (US Treasury bond) turun tajam.</p>
<p><strong>Terbuka konversi</strong></p>
<p>Vikram Pandit, Kepala Eksekutif Citigroup, berupaya menstabilkan banknya dengan memecahnya menjadi Citicorp sebagai unit bisnis sehat yang berusaha dipertahankan bank raksasa ini dan Citi Holdings menjadi unit bisnis yang diharapkan bisa dijual atau dilelang.</p>
<p>Berita tentang Citigroup muncul setelah pemerintah seluruh dunia berusaha menyelamatkan bank yang lagi sekarat, dan setelah para pemimpin Uni Eropa menyokong digandakannya dana bagi Dana Moneter Internasional demi menyediakan dana talangan bagi perbankan dan industri lainnya.</p>
<p>Oktober dan November lalu, Citigroup menerbitkan saham preferen senilai 52 miliar dolar AS demi kepentingan pemerintah AS, yang 45 miliar dolar AS diantaranya dipertimbangkan sebagai modal, sedangkan 7 miliar dolar AS lainnya menjadi &#8220;fee&#8221; atas kesanggupan pemerintah AS menutup rugi saham dari aset-aset sakit bernilai 301 miliar dolar AS.</p>
<p>Konversi saham preferen menjadi saham biasa adalah salah satu dari banyak opsi yang dipilih pemerintah, kata seorang sumber kepada Reuters.</p>
<p>Pada September 2008, pemerintah AS mengakuisi hampir 80 persen saham raksasa asuransi American International Group Inc.</p>
<p>Juru bicara Departemen Keuangan AS Isaac Baker menolak mengomentari masalah Citigroup ini, namun rencana stabilisasi perbankan dari Menteri Keuangan Timothy Geithner memungkinkan para kreditor mengajukan konversi saham preferen menjadi saham preferen yang bisa dikonversi untuk kemudian menjadi saham biasa, demi menyehatkan kembali modal bank.</p>
<p>Citigroup menolak mengomentari laporan negosiasi dengan pemerintah ini, namun dalam satu emailnya Citigroup menyatakan basis modal perbankan dalam kondisi amat kuat.</p>
<p>Manajemen mengungkapkan, modal Tier-1 yang menjadi parameter kemampuan perusahaan dalam mengendalikan kerugian, mencapai 11,9 persen akhir tahun 2008, atau dua kali dari ketentuan minimal dari otoritas perbankan.</p>
<p>Di sisi lain, Citigroup dan banyak pesaingnya menggunakan apa yang dipilih para analis untuk mengukur struktur kekuatan modal, sebagai rasio saham biasa terhadap modal riil perbankan.</p>
<p>Trone menyatakan meskipun pemerintah menguasai 40 persen saham, rasio nilai riil saham biasa akan meningkat menjadi hanya 2,16 persen, kurang dari setengah tingkat seperti biasa dipakai para analis.</p>
<p>Untuk beberapa minggu ke depan, Departemen Keuangan diperkirakan akan membidik 25 bank untuk diuji apakah mereka perlu dana tambahan.</p>
<p>Citigroup mulai meningkatan struktur modalnya dengan agresif akhir 2007, termasuk dari Abu Dhabi Investment Authority, Kuwait Investment Authority dan Singapore Investment Corp.</p>
<p>Pangeran Alwaleed bin Talal dari Arab Saudi, penguasa saham perseorangan terbesar dalam bank itu, juga turut meningkatkan penyertaannya.</p>
<p>Singapura menolak berkomentar, sedangkan yang lainnya tidak bisa dihubungi untuk dimintakan komentarnya.</p>
<p>&#8220;Kami tidak tahu seberapa besar kesulitan yang dihadapi investor ketika pemerintah mengambil langkah itu. Oleh mana, saya maksudkan, akankah para pemilik bank sekarang, kehilangan segalanya atau bagian terbesar sahamnya?&#8221; tanya Dariusz Kowalczyk, kepala strategi investasi SJS Markets di Hongkong.</p>
<p>Konversi saham preferen Citigroup akan memperkuat tekanan pada Bank of America yang juga menerima dana talangan 45 miliar dolar AS dari pemerintah dan satu pakta bagi kerugian untuk aset senilai 118 miliar dolar AS.</p>
<p>Sekitar tigaperempat dari aset-aset itu berasal dari Merrill Lynch &amp; Co, yang diakuisisi Bank of America pada 1 Januari.</p>
<p>Juru bicara Bank of America Robert Stickler mengungkapkan, bank terbesar di AS ini tidak sedang dan tidak berencana mengadakan pembicaraan mengenai injeksi modal baru atau konversi saham preferen menjadi saham biasa.</p>
<p>&#8220;Kami yakin bahwa kami dalam kondisi yang sangat sehat, kami mempunyai modal yang kuat, kami memiliki likuiditas terkuat di industri ini, kami menguntungkan dan kami aktif meminjami banyak sektor usaha,&#8221; tandasnya. (*)</p>
<p>Sumber: Reuters</p>
<p>http://antara.co.id/arc/2009/2/23/pemerintah-as-hampir-menasionalisasi-citigroup/</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indiesblog.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indiesblog.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indiesblog.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indiesblog.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indiesblog.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indiesblog.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indiesblog.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indiesblog.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indiesblog.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indiesblog.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indiesblog.wordpress.com&blog=2862613&post=225&subd=indiesblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indiesblog.wordpress.com/2009/02/24/pemerintah-as-hampir-menasionalisasi-citigroup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10c652a0d08bee42ac950ea87168587d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDIES</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Rohingya</title>
		<link>http://indiesblog.wordpress.com/2009/02/14/tentang-rohingya/</link>
		<comments>http://indiesblog.wordpress.com/2009/02/14/tentang-rohingya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 22:26:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>INDIES</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indiesblog.wordpress.com/2009/02/14/tentang-rohingya/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam waktu hampir satu bulan ini kita menyaksikan kisah yang menyedihkan tentang &#8220;manusia perahu&#8221; sebutan bagi orang-orang Rohingya yang dipercaya berasal dari Myanmar dan Bangladesh. Kini, jumlahnya diperkirakan sudah mencapai sekitar 400 orang yang datang dalam dua gelombang dan kini ditempatkan di Pulau Weh, Propinsi NAD.

Orang-orang Rohingya tiba dalam keadaan yang sangat memilukan. Terkatung-katung di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indiesblog.wordpress.com&blog=2862613&post=223&subd=indiesblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam waktu hampir satu bulan ini kita menyaksikan kisah yang menyedihkan tentang &#8220;manusia perahu&#8221; sebutan bagi orang-orang Rohingya yang dipercaya berasal dari Myanmar dan Bangladesh. Kini, jumlahnya diperkirakan sudah mencapai sekitar 400 orang yang datang dalam dua gelombang dan kini ditempatkan di Pulau Weh, Propinsi NAD.<br />
<span id="more-223"></span><br />
Orang-orang Rohingya tiba dalam keadaan yang sangat memilukan. Terkatung-katung di tengah laut tanpa bekal yang cukup. Tidak hanya itu, mereka pun mengaku sempat merasakan penganiayaan dari tentara-tentara Thailand sebelum akhirnya dikumpulkan dalam kapal tongkang yang diseret ke tengah laut oleh kapal motor militer Thailand. Mereka &#8220;dibuang&#8221; begitu saja di tengah laut seolah-olah mereka bukan lagi manusia.</p>
<p>Hampir sama dengan perlakuan yang mereka terima di Thailand, kedatangan mereka ke Indonesia pun tidak mendapatkan sambutan yang semestinya dari Pemerintah Indonesia. Menlu Hassan Wirajuda buru-buru menyatakan mereka bukanlah &#8216;pengungsi politik melainkan pengungsi ekonomi&#8217; yang harus dikembalikan ke negara asalnya. Permasalahannya, kemana mereka akan dipulangkan?</p>
<p>Pasalnya, Pemerintah Myanmar yang dipercaya sebagai pihak yang harus bertanggungjawab, menolak mengakui bahwa para manusia perahu itu berasal dari negaranya. Menurut Pemerintah Myanmar, mereka bukan berasal dari Myanmar melainkan dari Banglades. ”Mereka yang disebut Rohingya adalah orang Banglades yang meninggalkan negaranya untuk kehidupan yang lebih baik. Mereka mencoba mendapat simpati dari negara-negara Barat dengan mengaku sebagai orang Rohingya dari Myanmar. Ini bukan masalah kami. Ini masalah Banglades,” kata pejabat itu (Kompas, 30/01).</p>
<p>Pernyataan pemerintah Myanmar seolah menyebabkan posisi Indonesia menjadi terjepit. Sembari mengeluarkan kritik terhadap sikap Pemerintah Myanmar yang tidak mau memberikan pengakuan status kewarganegaraan bagi orang-orang Rohingya, Menteri Hassan Wirayuda seolah dengan terpaksa mengirimkan tim kedua untuk menentukan apakah orang-orang Rohingya itu patut mendapatkan predikat pengungsi atau tidak.</p>
<p>Menurut Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah, Jumat (13/2), pemberian status pengungsi kepada orang-orang Rohingya itu belum diberikan. ”Kami masih menunggu kepastian dari UNHCR (Komisi Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi) karena diduga sebagian dari mereka berasal dari kamp pengungsi UNHCR di Banglades,” katanya (Kompas, 14/02).</p>
<p><strong>Siapa orang-orang Rohingya itu?</strong></p>
<p>Pemberitaan mengenai masalah-masalah kemanusiaan orang-orang Rohingya tidak seluas pemberitaan atas masalah yang sama yang dialami etnis-etnis minoritas lain, seperti etnis Karen yang juga mendapatkan perlakuan sama buruknya dari Junta Militer Myanmar. Meski demikian, setelah ditelusuri, ternyata masalah kekerasan terhadap etnis Rohingya tidak kalah buruk dengan masalah yang dialami etnis-etnis minoritas dan rakyat Myanmar lainnya. Dibantu oleh google, penulis mencoba menelusuri informasi-informasi tentang masalah orang-orang Rohingya dan menemukan beberapa informasi yang sebagian disajikan dalam esai ini.</p>
<p>Mengacu pada informasi yang diperoleh dari situs Wikipedia, orang-orang Rohingya adalah sebutan bagi kaum minoritas muslim yang berasal dari kawasan Arakhan di sebelah barat Myanmar. Kawasan tersebut sangat terpencil dan berbatasan langsung dengan Bangladesh. Penduduk di kawasan tersebut umumnya berasal dari keturunan Arab yang hijrah ke wilayah tersebut sejak masa kekhaisaran Mughal, Kekhaisaran Muslim yang pernah berkuasa di sub-kontinen India pada 1526-1858. Ciri-ciri ini terlihat dari tampilan fisik, bahasa, dan kebudayaan, yang menunjukkan kedekatan orang-orang Rohingya dengan masyarakat Asia Selatan, khususnya orang-orang Chittagonian (Wikipedia).</p>
<p>Meski berada dalam posisi yang terpencil, namun kiprah politik orang-orang Rohingya dalam sejarah pemerintahan Myanmar (sebagian orang Myanmar lebih suka menggunakan &#8220;Burma&#8221;), bisa dikatakan pernah ada. Seorang yang berasal dari Rohingya, yakni Sultan Mahmood pernah menjabat sekretaris politik dan terakhir menjabat sebagai Menteri Kesehatan pada masa pemerintahan U Nu.</p>
<p>Orang-orang Rohingya lain yang pernah menduduki jabatan-jabatan politik di Myanmar adalah Sultan Ahmed dan Abdul Gaffar yang pernah menjadi sekretaris parlemen. Selain itu, terdapat beberapa nama lain seperti Abdul Bashar, Zohora Begum, Abul Khair, Abdus Sobhan, Abdul Bashar, Rashid Ahmed, and Nasiruddin (U Pho Khine) yang pernah menjadi anggota kabinet semasa pemerintahan Perdana Menteri U Nu.</p>
<p>Namun kiprah politik orang-orang Rohingya berakhir setelah Junta Militer berkuasa di Burma. Berdasarkan keterangan dari Amnesty Internasional, orang-orang Rohingya mengalami berbagai penindasan hak asasi manusia oleh Junta Militer Burma sejak 1978. Hak kebebasan untuk bepergian (freedom to movement) bagi orang-orang Rohingya dibatasi secara ketat dan sebagian besar dari mereka tidak diakui sebagai warga negara Myanmar.</p>
<p>Orang-orang Rohingya pun menjadi sasaran dari berbagai bentuk pemerasan dan pungutan liar, tanah-tanah mereka dirampas, diusir secara paksa dan rumah-rumah mereka digusur. Akses keuangan dan hak untuk menikah bagi warga Rohingya pun dibatasi secara ketat. Sebagian dari orang-orang Rohingya dipekerjakan secara paksa untuk membangun jalan-jalan dan kamp-kamp militer.</p>
<p>Pada tahun 1978, diperkirakan 200 ribu orang-orang Rohingya melarikan diri ke Bangladesh menyusul dilaksanakannya operasi &#8220;Nagamin&#8221; (Dragon King) oleh militer Myanmar. Operasi militer ini secara resmi dinyatakan sebagai upaya untuk &#8220;memeriksa setiap individu yang tinggal di Myanmar, mendata status kewarganegaraannya, serta menyaring orang-orang yang masuk ke dalam Myanmar secara ilegal&#8221;. Operasi militer ini diarahkan kepada masyarakat sipil (tidak bersenjata) yang mengakibatkan sejumlah pembunuhan, pemerkosaan, penghancuran mesjid-mesjid, dan pelarangan ritual-ritual keagamaan tertentu.</p>
<p>Pada tahun 1991-1992, gelombang pengungsi yang mengalir ke Bangladesh diperkirakan mencapai lebih dari seperempat juta. Para pengungsi itu melaporkan berbagai tindak pelanggaran HAM yang dialaminya, seperti dipekerjakan secara paksa, dieksekusi, dianiaya, dan diperkosa. Orang-orang Rohingya juga dilaporkan telah dipekerjakan tanpa bayaran dan dalam kondisi yang sangat buruk untuk membangun instalasi-instalasi militer dan proyek-proyek ekonomi pemerintah Myanmar.</p>
<p>Apa yang dialami orang-orang Rohingya sebenarnya juga dialami oleh etnis-etnis minoritas lain yang berada di Myanmar. Laporan Human Right Watch yang menyebut bahwa sejak 2004 telah lebih dari satu juta komunitas minoritas terusir dari desa-desa mereka. Etnis-etnis minoritas yang ikut menderita adalah Kachin, Chin, Mon, Shan (berkerabat dekat dengan etnis Siam di Thailand), sebagaimana dicuplik dalam esai Teuku Kemal Fasya &#8220;Seduka Pengungsi Myanmar&#8221; (dimuat Kompas, 14/02).</p>
<p>Kemal Fasya menambahkan, &#8220;kesewenang- wenangan junta militer Myanmar—sebelumnya bernama Burma—bukan hanya memberangus perlawanan kelompok oposisi nasional Aung San Suu Kyi, tetapi juga menindas suku-suku minoritas yang berbeda bahasa dan agama. Bahkan, pengubahan nama Myanmar pada 1989 (Myanmah) dianggap sebagai label hegemoni politik karena merujuk secara historis pada etnik mayoritas dibandingkan dengan identitas nasional&#8221;.</p>
<p>Selain terhadap orang-orang Rohingya dan Karen, Kemal Fasya menulis bahwa sejak berkuasa tahun 1962, Junta militer Myanmar telah melakukan berbagai operasi militer dalam rangka membersihkan etnik-etnik minoritas di Myanmar. Mengutip keterangan Jack Dunford, Direktur Konsorsium Perbatasn Thailand-Burma, pada saat ini Junta Militer sedang memperhebat operasi militer di daerah basis etnik minoritas Karin yang berbatasan dengan Thailand sehingga ribuan etnis Karin harus keluar dari tanah kelahiran mereka (news.yahoo.com, 3/1/2009).</p>
<p>Untuk saat ini, orang-orang Rohingya dan orang-orang dari etnis-etnis minioritas lainnya yang berasal dari wilayah Myanmar adalah &#8220;stateless citizen&#8221;, penduduk yang kehilangan status kewarganegaraan karena alasan-alasan politik. Sepintas, kasus orang-orang Rohingya mengingatkan kita terhadap nasib orang-orang Palestina yang terpaksa mengungsi akibat sebagian besar wilayahnya dikuasai oleh Pemerintah Israel.</p>
<p><strong>Gerakan Pembebasan Nasional</strong></p>
<p>Selain menyebabkan gelombang pelarian dan pengungsian yang menyebar ke berbagai negeri, kekerasan Junta Militer Myanmar pada akhirnya menumbuhkan perlawanan politik dari orang-orang Rohingya. Salah satu kelompok gerakan yang paling tidak telah teridentifikasi saat ini adalah &#8220;Arakan Rohingya National Organization (ARNO)&#8221;.</p>
<p>Berdasarkan situsnya (http://www.rohingya.org/), ARNO adalah sebuah koalisi yang terdiri tiga organisasi, yakni Arakan Rohingya Islamic Front (ARIF) dipimpin oleh Nurul Islam, Rohingya Solidarity Organization (RSO) yang dipimpin Dr. Yunus, dan Rohingya Solidarity Organization (RSO) yang dipimpin oleh Prof. Mohammad Zakaria. Kelompok ini mengusung perjuangan pembebasan nasional atas dasar hak menentukan nasib sendiri dan kemerdekaan.</p>
<p>Dalam situs tersebut tidak diketahui kapan ARNO berdiri. Yang pasti, di situ tertera keterangan bahwa ARNO pernah melaksanakan Rohingya National Council ke-2 yang merupakan Kongres ARNO, pada 5-7 Oktober 2000. Tidak terdapat keterangan di mana kongres tersebut dilaksanakan, yang ada hanyalah keterangan tentang delegasi dan perwakilan yang hadir dinyatakan berasal dari dalam dan luar negeri, termasuk ulama, elit, dan komandan-komandan Rohingya National Army (RNA).</p>
<p>Selain itu, penulis masih belum mendapatkan kejelasan mengenai maksud yang praktiks atas gerakan pembebasan nasional Rohingya. Apakah hal itu berarti tersebut pemisahan wilayah dari Myanmar, bergabung dengan Bangladesh, atau mendirikan negara sendiri. Sejauh pembacaan penulis atas naskah, kecenderungannya adalah pada gerakan pemisahan diri dari Myanmar dan menghendaki hak menentukan nasib sendiri dan kemerdekaan untuk bangsa Rohingya yang berdiam di kawasan Arakan.</p>
<p>Di antara tujuan-tujuan yang tertera dalam dokumen tersebut, terdapat beberapa hal, seperti komitmen untuk memelihara perkembangan budaya Islam di kalangan Muslim Arakan, mengupayakan pemulangan para pengungsi ke tanah asalnya masing-masing, melawan penindasan militer Myanmar, menolak investasi asing yang dibawa pemerintahan Junta Militer Myanmar, melawan diskriminasi dan eksploitasi ekonomi, mendukung semua gerakan pembebasan nasional dan demokrasi dan akan bekerjasama dengan kekuatan-kekuatan lain di dalam Myanmar untuk melawan Junta Militer, serta menyerukan dukungan internasional, khususnya dari ASEAN, Organisasi Konferensi Islam (OKI), PBB, Gerakan Non-Blok, LSM-LSM, dan lain-lain.</p>
<p>Bangkitnya gerakan politik dalam kerangka pembebasan nasional dan hak menentukan nasib sendiri dari orang-orang Rohingya sesungguhnya merupakan reaksi yang natural atas kekejaman politik Junta Militer Myanmar. Gerakan ini sudah pasti diinsyafi oleh kesadaran bahwa masalah-masalah yang dialami orang-orang Rohingya, dan etnis-etnis minoritas lainnya di Myanmar, menuntut penyelesaian politik. Pada tingkat saat ini, sepertinya, tuntutannya telah berkembang dan menjurus pada keinginan untuk memisahkan diri.</p>
<p>Namun barangkali dengan menghitung kekuatan dan mempertimbangkan adanya gerakan-gerakan perlawanan etnis minoritas lainnya di Myanmar, gerakan nasional Arakan Rohingya tidak dalam waktu dekat mendeklarasikan diri sebagai gerakan memisahkan diri, melainkan gerakan melawan rejim fasis Junta Militer Myanmar.</p>
<p>Secara alamiah pula, kebangkitan gerakan politik orang-orang Rohingya akan melahirkan reaksi yang lebih besar dari Pemerintah Junta Militer Myanmar. Penolakan Junta Militer untuk mengakui kewarganegaraan orang-orang Rohingya hanyalah salah-satu reaksi yang tampak pada saat ini. Kita belum mengetahui jelas bagaimana dampak dari kebangkitan ini terhadap orang-orang Rohingya yang masih berdiam di Myanmar. Sepatutnya kita khawatir, kebangkitan ini akan terus mendorong adanya operasi militer yang lebih keji dan represif terhadap orang-orang Rohingya.</p>
<p>Intinya, dengan begitu banyak kekerasan politik dan militer yang dilakukan Junta Militer Myanmar terhadap rakyatnya, khususnya kaum minoritas dan kelompok-kelompok pro-demokrasi, rasanya sulit bagi kita berharap bahwa pemerintah Myanmar akan mau menerima pemulangan orang-orang Rohingya ke wilayah asalnya. Selain itu, bagi orang-orang Rohingya, pulang ke Myanmar sama saja menyerahkan diri pada kematian dan penyiksaan.<br />
<strong><br />
To ASEAN: Humanity First! Human Right Above All!</strong></p>
<p>Melalui salah-satu pernyataan dalam siaran pers terakhirnya, ARNO menyatakan menyambut gembira sikap pemerintah Indonesia yang melakukan penyelamatan atas orang-orang perahu, pengungsi Rohingya yang terdampar di perairan Indonesia. &#8220;We express our gratitude to the brotherly people and Government of Indonesia for rescuing hundreds of Rohingya and other boatpeople and providing them with temporary refuge, medical treatment and humanitarian assistance&#8221; (Siaran ARNO tertanggal 9 Februari 2009).</p>
<p>Sikap ini sepertinya tidak hanya ditujukan untuk meraih simpati Indonesia&#8211;sekaligus mengimbangi sikap Thailand yang mengusir orang-orang Rohingya&#8211;melainkan juga untuk mendapatkan pengakuan politik dari forum ASEAN yang akan menggelar pertemuan di Bangkok, akhir Februari 2009 ini. Sudah barang tentu, ARNO bermaksud menarik perhatian ASEAN terhadap masalah kemanusiaan orang-orang Rohingya, baik yang berada di dalam negeri, di pengungsian, atau tengah berjuang bertahan hidup di tengah lautan karena pengusiran atau sengaja melarikan diri dalam keadaan yang serba kepayahan.</p>
<p>Menurut hemat penulis, isu orang-orang Rohingya ini tentunya dan seharusnya menjadi agenda tambahan bagi Forum ASEAN atas masalah-masalah yang dialami rakyat Myanmar. Dalam masalah ini, pembahasan yang seharusnya dilakukan ASEAN tidak hanya terfokus pada sikap Junta Militer Myanmar yang telah melakukan berbagai tindakan kekerasan terhadap etnis-etnis minoritas di Myanmar. Perhatian juga perlu diarahkan pada bagaimana ASEAN sebagai suatu komunitas di tingkat regional merumuskan sikap bersama atas masalah ini.</p>
<p>Tekanan politik pada Junta Militer Myanmar harus segera dilakukan untuk menghentikan gelombang kekerasan yang diarahkan pada kelompok-kelompok minoritas dan kelompok-kelompok pro-demokrasi di Myanmar. Selain penghentian kekerasan militer, Junta Militer Myanmar juga perlu didesak untuk tidak melakukan berbagai pelanggaran HAM lainnya, baik dalam kerangka sipil-politik maupun ekonomi, sosial, dan kebudayaan.</p>
<p>Selain itu, tekanan pada tingkat berbeda juga perlu dilakukan pada negara-negara ASEAN lainnya, khususnya Thailand yang dikabarkan telah melakukan penyiksaan kepada orang-orang Rohingya. Dalam hal itu, pemerintah Indonesia, sebagai pihak yang terkena &#8220;giliran&#8221; masalah juga perlu ditekan untuk tidak secara buru-buru mendeportasi orang-orang Rohingya ke Myanmar tanpa mendapatkan jaminan keamanan dan keselamatan dari Junta Militer Myanmar.</p>
<p>Polemik apakah orang-orang Rohingya itu adalah &#8220;pengungsi ekonomi&#8221; atau &#8220;pengungsi politik&#8221; semestinya tidak membutakan mata kita akan pentingnya mendahulukan penanganan kemanusiaan. Dengan menilik pada sejarahnya dan latar-belakang sosialnya, setiap orang Rohingya yang terdampar di Aceh saat ini barangkali bisa disebut sebagai &#8220;is a person who flees to a foreign country or power to escape danger or persecution&#8221; sebagaimana dinyatakan dalam &#8220;Convention Relating to the Status of Refugees&#8221; tahun 1951. Dalam pada itu, pemberian pengobatan dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidup yang mendesak, sampai moratorium pemulangan pengungsi dan penghentian pengusiran pengungsi Rohingya yang tersebar di beberapa negara di Asia Tenggara.</p>
<p>Upaya ini hendaknya tidak disempitkan sebatas solidaritas atas penderitaan orang Rohingya, melainkan sebagai upaya awal untuk meletakkan dasar-dasar penanganan masalah pengungsi, internal displaced person, orang-orang terusir, dan buruh migran yang sebelumnya telah menjadi agenda-agenda penting dalam tingkat ASEAN.</p>
<p>Penulis tidak menolak adanya upaya sebagian kalangan yang berupaya menekan pemerintah Indonesia atas dasar sentimen agama. Meski demikian, selain tidak memadai, pembangunan sentimen agama justru akan mempersempit dimensi persoalan. Terlebih, bila kita berkaca pada kasus-kasus kekerasan yang dialami warga negara Indonesia yang menjadi buruh-buruh migran di negara-negara yang mayoritas beragama Islam (seperti Malaysia dan Arab Saudi), sentimen agama tidak pernah terbukti mampu menghentikkan gelombang kekerasan yang dilakukan oleh majikan-majikan BMI yang sebagian beragama Islam.</p>
<p>Penulis hanya khawatir, sentimen yang saat ini dihembuskan oleh sebagian ormas Islam justru akan berbalik, sebab sepengetahuan penulis, ormas-ormas tersebut tidak pernah bersuara ketika saudara-saudaranya, perempuan maupun laki-laki muslim asal Indonesia yang menjadi buruh migran mendapatkan perlakuan yang keji dari majikan-majikannya seperti yang terjadi di Arab Saudi dan beberapa negara timur-tengah lainnya.</p>
<p>Pelibatan PBB, dalam hal ini UNHCR dalam penanganan kasus Rohingya memang diperlukan. Hanya saja, kedudukannya sekunder. Pasalnya, upaya untuk mengatasi masalah ini tentunya tidak sekadar menangani dampak, melainkan juga harus diarahkan pada upaya-upaya yang lebih mendalam dalam rangka menekan atau mempersempit faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab terjadinya pengungsian tersebut, secara beradab, menjunjung tinggi kemanusiaan, dan keadilan sosial.</p>
<p>Kasus Rohingya dan kekejaman Junta Militer Myanmar adalah salah-satu ujian paling konkret bagi para pemimpin negara di ASEAN yang akan menggelar KTT ke-14 ASEAN di Bangkok akhir bulan ini. Kasus ini juga semakin memperkuat pentingnya dilakukan keseimbangan antara pembicaraan-pembicaraan ekonomi dengan pembicaraan-pembicaraan mengenai masalah-masalah HAM pada tingkat ASEAN. Keseimbangan antara pembicaraan masalah ekonomi yang tetap bersandar pada pengakuan hak asasi manusia inilah yang sebenarnya menjadi kunci dari pencapaian kesejahteraan yang berdasarkan pada keadilan sosial.***</p>
<p><em>Tulisan ini merupakan tulisan pendahuluan yang kemungkinan akan terus diperbaiki sesuai dengan perkembangan data yang diperoleh penulis. Karenanya, dimohonkan saran-sarannya untuk memperbaiki naskah ini. Terima kasih dan semoga bermanfaat.<br />
</em><br />
Syamsul Ardiansyah<br />
syamsuladzic@gmail.com<br />
Jakarta, 15 Februari 2009</p>
<p>Referensi:<br />
http://www.amnesty.org/en/library/asset/ASA16/005/2004/en/dom-ASA160052004en.pdf<br />
http://www.antara.co.id/arc/2009/2/2/nasib-rohingya-kematian-menunggu-di-myanmar/<br />
http://www.antara.co.id/en/arc/2009/2/13/indonesia-urged-not-to-deport-rohingya-refugees/<br />
http://www.antara.co.id/arc/2009/2/9/ormas-islam-protes-kedubes-myanmar-soal-pengungsi-rohingya/<br />
http://www.rohingya.org/index.php<br />
http://en.wikipedia.org/wiki/Rohingya_people<br />
http://en.wikipedia.org/wiki/Mughal_Empire<br />
http://en.wikipedia.org/wiki/Pashtun_people<br />
http://en.wikipedia.org/wiki/Chittagonian_people<br />
http://en.wikipedia.org/wiki/U_Nu<br />
http://en.wikipedia.org/wiki/Islam_in_Burma<br />
http://en.wikipedia.org/wiki/Rakhine_people<br />
http://en.wikipedia.org/wiki/King_Dragon_operation_in_Arakan<br />
http://en.wikipedia.org/wiki/Self-determination<br />
http://en.wikipedia.org/wiki/Refugee<br />
http://en.wikipedia.org/wiki/Convention_Relating_to_the_Status_of_Refugees<br />
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/14/01020739/seduka.pengungsi.myanmar<br />
http://www.freerohingyacampaign.org/cms/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=13&amp;Itemid=29<br />
http://www.google.com/search?hl=en&amp;rlz=1T4GGLJ_en-GBID312ID312&amp;q=refugees<br />
http://www.antara.co.id/schres/?cx=partner-pub-8455753172918857%3Akj47c577xqn&amp;cof=FORID%3A9&amp;q=Rohingya&amp;sa=Cari#978<br />
http://www.google.co.id/search?hl=id&amp;q=Rohingya&amp;btnG=Telusuri+dengan+Google&amp;meta=&amp;aq=f&amp;oq=<br />
http://www.unhchr.ch/tbs/doc.nsf/0/f3c99406d528f37fc12563ed004960b4?Opendocument</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indiesblog.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indiesblog.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indiesblog.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indiesblog.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indiesblog.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indiesblog.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indiesblog.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indiesblog.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indiesblog.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indiesblog.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indiesblog.wordpress.com&blog=2862613&post=223&subd=indiesblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indiesblog.wordpress.com/2009/02/14/tentang-rohingya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10c652a0d08bee42ac950ea87168587d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDIES</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Proteksionisme</title>
		<link>http://indiesblog.wordpress.com/2009/02/12/proteksionisme/</link>
		<comments>http://indiesblog.wordpress.com/2009/02/12/proteksionisme/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 19:03:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>INDIES</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi-Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indiesblog.wordpress.com/2009/02/12/proteksionisme/</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini, isu proteksionisme berhembus kian kencang pasca keputusan pengesahan American Recovery and Reinvestment Act oleh Kongres AS. Undang-undang tersebut tidak hanya menjadi payung hukum paket stimulus ekonomi Amerika Serikat sebesar US$825, melainkan juga memuat jurus-jurus tertentu yang ditujukan untuk melindungi industri Amerika Serikat yang terancam rontok digerogoti krisis.

Berdasarkan UU tersebut, Pemerintah AS akan mengalokasikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indiesblog.wordpress.com&blog=2862613&post=222&subd=indiesblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Baru-baru ini, isu proteksionisme berhembus kian kencang pasca keputusan pengesahan American Recovery and Reinvestment Act oleh Kongres AS. Undang-undang tersebut tidak hanya menjadi payung hukum paket stimulus ekonomi Amerika Serikat sebesar US$825, melainkan juga memuat jurus-jurus tertentu yang ditujukan untuk melindungi industri Amerika Serikat yang terancam rontok digerogoti krisis.<br />
<span id="more-222"></span><br />
Berdasarkan UU tersebut, Pemerintah AS akan mengalokasikan pengeluaran pemerintah untuk membeli baja dan produk-produk manufaktur lainnya yang diproduksi oleh Amerika sendiri serta pengenaan berbagai hambatan terhadap barang-barang impor. Amerika Serikat telah mengambil langkah mundur dalam kancah perdagangan bebas dunia.</p>
<p><strong>Bukan Hal Baru</strong></p>
<p>Proteksionisme adalah kebijakan ekonomi yang ditujukan untuk melindungi industri dalam negeri dengan cara membatasi masuknya komoditi-komoditi dari luar negeri. Proteksionisme bisa terwujud dalam berbagai bentuk. Bentuk utama proteksionisme adalah pembatasan impor melalui pemberlakuan tariff, kuota, atau sanksi dagang.</p>
<p>Selain itu, terdapat pula kebijakan-kebijakan proteksionisme yang disebut dengan hambatan non-tariff (non-tariff barriers), seperti pemberlakuan ketentuan anti-dumping, standar keamanan (safety standard) produk, pemberian insentif atau subsidi atas kegiatan produksi maupun distribusi, dan lain-lain.</p>
<p>Mayoritas ekonom menentang praktik proteksionisme. Selain mengingatkan pada pengalaman buruk perang dagang dan krisis Malaise tahun 1930an, proteksionisme juga dianggap menyebabkan naiknya harga-harga komoditi yang tentu saja akan merugikan konsumen maupun produsen. Pada situasi sekarang, proteksionisme dianggap akan kian memperburuk krisis ekonomi.</p>
<p>Namun, kekhawatiran para pemimpin negara-negara maju atas proteksionisme sesungguhnya hal yang aneh. Sebab, gejala proteksionisme sesungguhnya tidak pernah mati, bahkan justru kian menguat. Gejala tersebut terlihat dari masih adanya pemberlakuan subsidi, khususnya di sektor pertanian, yang diterapkan negara-negara maju, khususnya Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan Australia.</p>
<p>Liberalisasi perdagangan di sektor pertanian adalah ambisi terbesar WTO. Pasalnya, sektor ini merupakan basis ekonomi, tidak hanya bagi Negara-negara berkembang, melainkan juga bagi negara-negara maju. Akan tetapi, justru pada isu inilah negara-negara anggota WTO tidak mampu menghasilkan suatu kesepakatan paripurna. Bahkan, dalam isu inilah negara-negara anggota WTO terpecah dalam berbagai blok-blok kepentingan.</p>
<p>Penyebabnya tidak lain selain karena adanya berbagai bentuk proteksionisme. Negara-negara maju, seperti AS, Jepang, Uni Eropa, dan Australia bersikukuh mempertahankan subsidi ekspor, dukungan domestik, dan menerapkan kebijakan tariff dan berbagai hambatan non-tarif yang berlapis. Dengan kebijakan-kebijakan tersebut, sektor pertanian negara-negara maju menjadi sangat kuat dan tidak akan mampu ditandingi oleh sektor pertanian negara-negara berkembang.</p>
<p>Padahal, hal sebaliknya sudah hampir diterapkan sepenuhnya oleh Negara-negara berkembang. Sebab, di bawah tekanan utang luar negeri, defisit anggaran, dan kebijakan penyesuaian struktural (SAP) Bank Dunia, ADB, dan lembaga-lembaga keuangan internasional lainnya, negara-negara berkembang semakin tidak mampu menghindari penerapan seluruh dalil-dalil perdagangan bebas, mulai dari pembukaan akses pasar, pencabutan dukungan domestik, dan pencabutan subsidi ekspor.</p>
<p>Di tengah situasi itu, yang bisa dilakukan negara-negara berkembang, khususnya oleh G20 yang dipimpin Brasil dan China, tidak lebih dari menuntut negara-negara maju untuk mematuhi seluruh ketentuan WTO. Sebagian lainnya, seperti posisi yang diambil Indonesia dan Filipina yang memimpin Negara-negara G-33, menuntut pemberlakuan special product dan special safeguard mechanism, yakni perlindungan atas produk-produk tertentu yang selain memiliki fungsi ekonomi juga memiliki fungsi sosial bagi masyarakat Indonesia. Tuntutan Indonesia dan Negara-negara G33 sudah pasti merupakan salah satu bentuk dari proteksionisme.</p>
<p>Pada saat ini, fenomena subsidi yang merupakan bentuk proteksionisme yang paling umum, tidak hanya terbatas pada sektor pertanian, melainkan telah merambah hingga sektor industri dan jasa. Padahal, mengutip tulisan Martin Khor (The Jakarta Post, 11/02), subsidi bagi sektor industri merupakan hal yang diharamkan oleh WTO.</p>
<p>Perlu juga dicatat, kebijakan ini tidak hanya dilakukan oleh Amerika Serikat, melainkan juga oleh negara-negara maju lainnya. Perancis misalnya, Presiden Nicolas Sarkozy secara khusus meminta komitmen dari Peugeot dan Renault untuk membeli komponen-komponen yang diproduksi di dalam negerinya sebagai imbalan dari pemberian bantuan lunak dan jaminan pinjaman pemerintah bagi kedua industri tersebut.</p>
<p>Demikian pula di Swedia, pemerintah setempat telah menyediakan dana sebesar US$3,4 miliar untuk sebagai jaminan pinjaman bagi Volvo dan Saab serta untuk mendukung proyek pengembangan industri tersebut. Hal serupa diambil juga oleh Jerman yang menyatakan akan mengimbangi kebijakan AS dengan memberikan subsidi bagi industri otomotif Jerman. Di sektor jasa, tanpa injeksi dana yang cukup besar bagi AIG dan Citigroup (AS), UBS (Swiss), dan Royal Bank of Scotland (Inggris), kemungkinan perusahaan-perusahaan tersebut akan mengalami gulung tikar dihantam krisis saat ini.</p>
<p>Singkatnya, proteksionisme adalah suatu kenyataan ekonomi yang senantiasa hidup hingga hari ini. Sebagaimana kebijakan-kebijakan proteksionisme di sektor pertanian, kebijakan-kebijakan kali ini ditempuh sebagai antisipasi atas memburuknya krisis ekonomi yang dialami negara-negara maju. Penyebabnya beraneka rupa, namun yang paling esensial adalah adanya krisis overproduksi. Slogan &#8216;buy American&#8217; sebagaimana diluncurkan Presiden Obama, adalah bentuk konkret atas krisis tersebut. Krisis ini bukan semata-mata karena produksi barang yang berlebih, melainkan dan yang paling utama adalah akibat merosotnya daya beli akibat kesenjangan pendapatan di mana upah secara riil mengalami penurunan dan kekayaan mengalami pemusatan di tangan segelintir.</p>
<p>Krisis ini kian menajam ketika kebijakan-kebijakan ekonomi yang ditempuh saat ini, seperti bailout yang diambil pemerintah Amerika Serikat atau kebijakan buyback yang dilakukan pemerintah Indonesia, justru lebih banyak mengalirkan dana bagi kaum kaya dan tidak kepada kaum buruh yang terus dihimpit kemiskinan. Krisis inilah yang mempertinggi ketegangan-ketegangan politik, yang menyulut berbagai aksi protes kaum buruh di berbagai negara, termasuk negara-negara maju. Salah satunya diperlihatkan dalam aksi pemogokan umum buruh-buruh di Perancis pada 29 Januari 2009 yang lalu.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan Indonesia?</strong></p>
<p>Secara umum, proteksionisme yang diterapkan negara-negara maju telah memperburuk krisis ekonomi di negara-negara berkembang. Hal ini tidak semata karena negara-negara berkembang tidak memiliki kecukupan dana untuk membentengi perekonomian dalam negerinya, melainkan karena secara umum negara-negara berkembang mengalami krisis kronis akibat rendahnya kemampuan ekonomi guna mencukupi kebutuhan dalam negeri.</p>
<p>Sebagian besar industri adalah industri perakitan ringan yang bergantung pada komponen impor yang umumnya, termasuk agro-industri, sangat bergantung pada ekspor. Dengan mengacu pada paket stimulus ekonomi AS, industri di Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia akan melahirkan dua tekanan sekaligus. Pertama, semakin mahalnya biaya pengadaan bahan baku industri yang harus diimpor, khususnya yang berasal dari Negara-negara maju karena akan diprioritaskan di dalam negerinya. Kedua, semakin sulitnya akses pasar bagi industri negara-negara berkembang. Persoalan ini tentunya akan semakin melebar dan mempengaruhi sektor-sektor ekonomi lainnya. Sudah bisa diprediksi, tingkat kesulitan yang dihadapi akan semakin berat dan kompleks.</p>
<p>Pemerintah memang telah sepertinya berusaha mengantisipasi dampak krisis saat ini melalui berbagai kebijakan, termasuk kebijakan stimulus ekonomi pemerintah SBY-JK sebesar Rp 71,3 triliun (setara dengan US$6.31 miliar). Pertanyaannya, sanggupkah kebijakan tersebut membendung badai krisis yang kian kencang?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indiesblog.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indiesblog.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indiesblog.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indiesblog.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indiesblog.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indiesblog.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indiesblog.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indiesblog.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indiesblog.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indiesblog.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indiesblog.wordpress.com&blog=2862613&post=222&subd=indiesblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indiesblog.wordpress.com/2009/02/12/proteksionisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10c652a0d08bee42ac950ea87168587d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDIES</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INDIES Criticize Government Vows on Free Trade</title>
		<link>http://indiesblog.wordpress.com/2009/01/23/indies-criticize-government-vows-on-free-trade/</link>
		<comments>http://indiesblog.wordpress.com/2009/01/23/indies-criticize-government-vows-on-free-trade/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 09:24:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>INDIES</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indiesblog.wordpress.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, INDIES. The Institute for National and Democratic Studies (INDIES), independent association that focus on national sovereign issue, criticized the government commitment to pursue the free trade policy. The government vows will only aggravate the social and economic destruction in the Indonesian society.
Syamsul Ardiansyah, executive director of INDIES said that Indonesia must prioritizing the national [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indiesblog.wordpress.com&blog=2862613&post=217&subd=indiesblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Jakarta, INDIES. The Institute for National and Democratic Studies (INDIES), independent association that focus on national sovereign issue, criticized the government commitment to pursue the free trade policy. The government vows will only aggravate the social and economic destruction in the Indonesian society.<span id="more-217"></span></p>
<p>Syamsul Ardiansyah, executive director of INDIES said that Indonesia must prioritizing the national concern, by creating more jobs and increasing the welfares of the people rather than facilitating foreign investors that will only serve the need of the monopoly capitalist of the developed countries.</p>
<p>Indonesia must stop the free trade policy to secure the national economy from the attack of the dumping import commodity of the international market. Indonesia must also give more spaces for the national economy by giving sufficient protection to the national economy.</p>
<p>Indonesia must realize that in facts many countries, particularly developed countries like the United States were actively protecting their economy due unilaterally or multilaterally. There is much evidence that showed that European Union and the United States had systematically used the WTO’s commitment not to pursue the free trade, but to protect their economic interest.</p>
<p>Ardiansyah said that protectionism in one side and push for trade liberalization in other had always been the policy of many developed nations to secure themselves from the crisis of overproduction. “The economic recession will create more policy on protectionism,” state Ardiansyah.</p>
<p>As been reported by mass media, during the annual foreign policy address in front of scores of foreign ambassadors, Foreign Minister Hassan Wirajuda said that Indonesia will committed to free trade and will avoid protectionism as the anticipation of the financial crisis (The Jakarta Post, 01/23/2009).</p>
<p>Indonesian economic had never been better since hit by 1997 Financial Crisis. The gap on balance of trade and payment were wider. Because of the crisis, Indonesia forced to privatized public sectors, including health and education. Around 70 percent of the 230 million people were depend on agriculture which only contribute 15 percent of the GDP.</p>
<p>More than a half of the people were live with income less than US$2 per-day. More than 10 million peoples were unemployed, the rate of malnutrition and hunger always high, natural disasters caused by human activities were intensified. Economic crisis had created suffer and misery to the people.</p>
<p>After the 2008 financial crisis, Indonesia’s economy rode out a financial meltdown that hit in the third quarter of last year to post a growth of 6.2 percent for the year, only slightly down from the forecast of 6.6 percent.</p>
<p>Right now, Indonesia need to be recovered by reutilizing the national independence in economic that must be strongly based on the people sovereignty.***</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indiesblog.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indiesblog.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indiesblog.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indiesblog.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indiesblog.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indiesblog.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indiesblog.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indiesblog.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indiesblog.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indiesblog.wordpress.com/217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indiesblog.wordpress.com&blog=2862613&post=217&subd=indiesblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indiesblog.wordpress.com/2009/01/23/indies-criticize-government-vows-on-free-trade/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10c652a0d08bee42ac950ea87168587d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDIES</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>