Institute for National and Democratic Studies

Mahasiswa Unila Tolak Kenaikan Biaya Kuliah

leave a comment »

Kamis, 10 April 2008 | 01:53 WIB — Bandar Lampung, Kompas – Ratusan mahasiswa Universitas Lampung berunjuk rasa menolak kenaikan biaya semester pendek sebesar 100 persen, Rabu (9/4). Aksi tersebut diwarnai kericuhan berupa pecahnya kaca pintu gedung rektorat, kejar-kejaran antara petugas satpam dan mahasiswa, serta penahanan sementara lima mahasiswa.

Sekitar 250 mahasiswa dari berbagai jurusan di Universitas Lampung (Unila) mengikuti unjuk rasa yang dimulai pukul 09.00 tersebut. Massa kemudian bergerak menuju halaman gedung rektorat.

Mereka ingin menemui Rektor Unila Sugeng P Haryanto untuk berdialog karena keberatan atas kebijakan kampus menaikkan biaya semester pendek. Mahasiswa juga ingin menyuarakan keprihatinan mereka atas minimnya sarana dan fasilitas pendukung belajar.

Hanya saja, Sugeng P Haryanto enggan menemui para mahasiswa tersebut. Namun, para mahasiswa tetap bersikukuh menemui rektor. Mereka meneriakkan yel-yel dan seruan keberatan mengenai kebijakan kampus.

Secara terpisah, Rektor Unila Sugeng P Haryanto yang dihubungi melalui telepon genggamnya mengatakan, dia enggan menemui ke-250 mahasiswa itu dengan alasan mereka bukan wakil resmi mahasiswa. ”Unjuk rasa itu bukan atas nama BEM Unila, melainkan atas nama Aliansi Mahasiswa untuk Kampus (Amuk). Saya tidak bersedia menanggapi karena bukan aspirasi resmi seluruh mahasiswa,” katanya.

Karena itu, dia mengaku tidak bisa menyalahkan petugas satpam yang bertindak brutal terhadap mahasiswa. ”Para mahasiswa tersebut juga bertindak anarkis,” katanya.

Meski demikian, Sugeng menjamin kelima mahasiswa itu tidak akan mendapat sanksi hukum ataupun sanksi administrasi dari pihak universitas. (hln)

Berikut ini adalah kronologi yang dikirimkan oleh Front Mahasiswa Nasional (FMN):

Mahasiswa yang tergabung dalam Alinsi Mahasiswa UNILA Untuk Kampus (AMUuK) melakukan aksi penolakan terhadap kebijakan rektor UNILA tersebut hari ini (Rabu,  9 April 2008). Aksi aliansi mahasiswa UNILA untuk Kampus (AMUuK)  ini di mulai pukul 09.00 di fakultas masing – masing (Hukum, Pertanian, fisip, Kedokteran) dengan membawa tuntutan – tuntutannya yaitu salah satunya penolakan terhadap Kenaikan biaya
SP sebesar 100 % di Kampus UNILA. Kemudian massa aksi berkumpul di bundaran unila, massa aksi yang tergabung di bundaran unila ini berjumlah 500 orang yang, setelah melakukan orasi-orasi massa aksi yang di pimpin (Koorlap) Abenk Sekjend FMN unila ini beranjak  jalan menuju kantor Rektorat untuk bertemu dengan pihak rektorat. Didepan kantor rektorat massa aksi melakukan orasi-orasi di depan kantor rektorat.
Perwakilan dari mahasiswa masuk kedalam gedung raktorat untuk menemui Rektor UNILA agar Rektor UNILA mau menemui massa aksi untuk menjelaskan keputusan atau kebijakan sepihak yang dilakukan oleh pihak Rektorat,  yang menjadi tuntutan – tuntutan mahasiswa yang tergabung dalam AMUuK tersebut. Namun lagi – lagi pihak Rektor UNILA  tidak mau menemui mahasiswa dan mengancam mahasiswa akan menghapuskan sistem perkuliahan semester pendek (SP).

Massa Mahasiswa yang sudah sekian lama terus menunggu agar pihak rektorat untuk menemui massa mahasiswa kemudian mengancam untuk masuk kedalam gedung rektorat apabila Rektor UNILA tidak mau menemui massa mahasiswa. Namun Lagi – lagi rektor UNILA menujukan sikapnya keras kepala dan tetap tidak mau menemui massa aksi dan mengluarkan pernyataan hanya mau menemui BEM-Unila dan ini di tolak oleh massa aksi dengan menuduh BEM-Unila tidak memikirkan mahasiswa dan cecenguk rektor, setelah itulah suasana aksi menajdi panas dan massa aksi di pimpin korlap untuk merensek masuk dan  massa aksi dorong – dorongan dengan satpa unila dan beberapa dosen dan mahasiswa berhasil mebobol pertahanan satpam dan mengakibatkan rusak dan pecahnya kaca pintu  masuk gedung rektorat. Yang kemudian terjadi sikap anarkis yang dilakukan satpam UNILA dengan melakukan pemukulan yang membabi buta terhadap mahasiswa serta penangkapan dan pemukulan beberapa orang massa aksi yaitu  :

1. Nova Yuliantora (Tangkap dan di Pukul Satpam)
2. Rudi Kusuma (Ditangkap dan Dipukul) 
3. Andika Karya Utama (Korban Terparah akibat pemukulan)
4. Tio Dora (Ditangkap dan di Pukul)
5. Emi (di tampar oleh satpam)
6. Lutvi Riandi (Anggota FMN, di pukul dan luka-luka terkena pecahan kaca)
7. Abeng (Sekjend FMN Unila) korlap aksi terkena beberapa kali tendangan dan tinjuan satpam.

Setelah terjadi saling kejar-kejaran antara massa aksi dan satpam, korlap (Abenk) kembali mengkonsolidasikan massa di PKM unila dan meneruskan aksi untuk menuntut pembebasan kawan-kawan yang di tangkap dan tetap menuntut biaya SP tidak dinaikkan. Aksi di pimpin korlap melanjutkan aksi kembali dengan berkeliling di kampus unila dan menyisir kampus untuk mengajak mahasiswa untuk bergabung dan ini berhasil memperbesar jumlah massa aksi, kemudian aksi di arahkan kembali ke rektorat dengan jumlah massa aksi hampir sama dengan sebelumnya sekitar 500 orang, dan berhasil mendesak rektorat untuk membebaskan kawan-kawan yang di tahan, namun masalah SP tidak di tanggapi dengan jelas oleh rektorat. Setelah itu massa aksi menutup aksi dan menggelar rapat bersama dan merumuskan langkah-langkah selanjutnya. Sampai dengan kronologis aksi ini di buat rapat perangkat aksi masih di gelar sekaligus konfrensi pers.

Advertisements

Written by INDIES

April 10, 2008 at 3:21 pm

Posted in Kliping

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: