Institute for National and Democratic Studies

Gizi Buruk Renggut 22 Balita di NTT

leave a comment »

[KUPANG] Sejak Januari hingga pertengahan Juni 2008, tercatat 22 bayi usia di bawah lima tahun (balita) di Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal akibat gizi buruk. Sementara itu, 12.407 balita dilaporkan menderita gizi buruk tanpa kelainan klinis, 100 balita penderita marasmus, 12 penderita kwashiorkor dan dua balita menderita marasmus – kwashiorkor.

Kepala Dinas Kesehatan NTT, Stefanus Bria Seran didampingi Kepala Seksi Kewaspadaan Pangan dan Gizi, Erlina Salmun kepada SP di Kupang, Selasa (17/6) pagi menjelaskan, sesuai laporan yang diterima dari 20 kabupaten/kota se-NTT, para balita gizi buruk yang meninggal dunia tersebut masing-masing di Kota Kupang sebanyak tujuh orang, Timor Tengah Selatan (2), Sumba Tengah (9) dan Rote Ndao (4).
Kelainan

Dijelaskan, penderita gizi buruk tanpa kelainan klinis tersebar di Kota Kupang sebanyak 686 orang, Kabupaten Kupang (2.192), Timor Tengah Selatan (3.116), Timor Tengah Utara (1.466), Belu (151), Alor (432), Lembata (140), Flores Timur (83), Sikka (407), Ende (434), Ngada (42), Nagekeo (22), Manggarai (462), Manggarai Timur (551), Manggarai Barat (365), Sumba Barat (745), Sumba Barat Daya (885), Sumba Tengah (272), Sumba Timur (46), dan Rote Ndao (207).

Sementara itu, penderita gizi buruk dengan kelainan klinis (marasmus/kwashiorkor) masing-masing di Kota Kupang sebanyak lima orang, Timor Tengah Selatan (2), Timor Tengah Utara (17), Alor (7), Flores Timur (3), Ngada (2), Manggarai Timur (1), Manggarai Barat (2), Sumba Barat (13), Sumba Barat Daya (35), Sumba Tengah (8), Sumba Timur (4) dan Rote Ndao (15).

Sedangkan, balita yang menderita gizi kurang, terdapat di Kota Kupang sebanyak 3.023 orang, Kabupaten Kupang (5.339), Timor Tengah Selatan (14.039), Timor Tengah Utara (7.267), Belu (1.073), Alor (2.536), Lembata (2.075), Flores Timur (2.090), Sikka (7.055), Ende (3.025), Ngada (1.835), Nagekeo (1.439), Manggarai (5.082), Manggarai Timur (3.958), Manggarai Barat (5.326), Sumba Barat (1.296), Sumba Barat Daya (1.954), Sumba Tengah (992), Sumba Timur (552), dan Rote Ndao (1.211).

Menurut Stef, balita yang menderita gizi buruk dengan kelainan klinis marasmus, kwashiorkor atau marasmus kwashiorkor, pada umumnya disertai penyakit penyerta seperti tuberculosis (TBC) dan beberapa penyakit ikutan lainnya. Penanganannya dilakukan dengan dirujuk dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan sepenuhnya dibiayai pemerintah daerah. [120]

Advertisements

Written by INDIES

June 17, 2008 at 11:25 pm

Posted in Ketahanan Pangan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: