Institute for National and Democratic Studies

Gaza dan Kita

with 2 comments

Saya membaca tulisan kolom berjudul “Gaza” yang ditulis Nono Anwar Makarim di Majalah Tempo. Di dalam tulisan itu, Nono mengemukakan bahwa sesungguhnya aspirasi umum masyarakat Gaza adalah damai. Setidaknya, 74 persen rakyat Palestina menginginkan perdamaian. Nono juga menyatakan “Dengan alasannya masing-masing, Israel dan Hamas memilih jalan perang”.

Intinya, perang itu sendiri sesungguhnya dikehendaki oleh Israel (plus Fatah) dan Hamas. Meski secara terbuka pemerintah Israel pimpinan Perdana Menteri Olmert mengatakan mengeluarkan Hamas dari Gaza, namun tujuan utama yang hendak diraihnya justru bukan itu. Perang terhadap Hamas yang menguasai Jalur Gaza sesungguhnya ditujukan untuk menepis tuduhan ‘banci’ dari kubu Netanyahu yang notabene merupakan lawan politik Olmert yang akan bertanding dalam pemilu Israel yang akan datang.

Sementara bagi kubu Hamas, perang itu sendiri ditujukan untuk mengokohkan dominasi politiknya di Palestina untuk semakin mengucilkan posisi Fatah yang sejak dua tahun terakhir bersaing memperebutkan kepemimpinan politik di tingkat Palestina.

Informasi lain yang sekali lagi bukan hal baru namun patut kita tegaskan adalah gempuran Israel pada kelompok Hamas sesungguhnya juga secara tidak langsung didukung oleh mayoritas bangsa Arab, khususnya yang beraliran Suni, dan pemerintah-pemerint ah arab yang tidak suka dengan gerakan politik Ikhwanul Muslimin.

Menurut Nono, selama ini kawasan Gaza dijadikan tempat pelarian bagi kaum ikhwanul muslimin yang berasal dari Mesir. Karena masalah inilah, Mesir sesungguhnya telah turut memblokade pintu masuk ke Gaza untuk mengisolir posisi kaum ikhwanul muslimin yang keberadaannya dilarang di Mesir.

Korban akibat agresi ini tentu saja rakyat yang berdiam di Gaza. Mereka terjepit oleh saling hubungan yang rumit antara kekuatan-kekuatan yang menjadikan perang sebagai ajang propaganda dan kampanye politik yang jauh dari urusan atau isu agama atau bahkan kedaulatan bangsa sebagaimana sempat dinyatakan SBY. Perang di Gaza saat ini adalah manifestasi dari kontradiksi antara borjuasi–baik borjuasi di dalam negeri masing-masing (termasuk negeri-negeri Arab) maupun borjuasi antar negeri-negeri (khususnya Palestina dan Israel) yang saling berebut kekuasaan dan menjadikan rakyat sebagai tameng peluru.

Apa yang terjadi di Gaza ternyata juga terjadi di Indonesia. Krisis yang menimpa rakyat sesungguhnya hanya dijadikan bahan propaganda dan kampanye politik oleh kekuatan-kekuatan tertentu (termasuk kekuatan SBY) untuk meraih simpati dari pemilih muslim Indonesia. Propaganda beberapa kelompok, semoga saja bukan propaganda kosong yang akan semakin menyebalkan.

Saya sendiri tidak memiliki gagasan lain selain berharap agar rakyat Palestina mampu mengambil pelajaran-pelajaran politik yang penting dari krisis Gaza saat ini sehingga mampu merumuskan strategi atau keluar dari krisis dengan memilih jalan penyelesaian krisisnya sendiri. Jalan penyelesaian yang tidak harus mengikuti Hamas, Fatah, pemerintah negara-negara arab, apalagi jalan yang ditawarkan pemerintah Israel-Amerika Serikat atau Uni Eropa.

Sementara untuk kita sendiri yang saat ini berada di tanah air, simpati kita terhadap nasib rakyat Palestina barangkali akan lebih konkret bila kita manifestasikan dengan cara memperkeras perlawanan kita terhadap imperialisme pimpinan Amerika Serikat yang diarahkan pada klik-klik dalam tubuh kekuasaan yang selama ini menjadi tameng kepentingan ekonomi maupun politik Amerika Serikat.

Sebab, bila kemenangan rakyat atas imperialisme bisa kita manifestasikan, sesungguhnya tidak hanya akan menjadi kemenangan rakyat Indonesia, melainkan kemenangan rakyat tertindas di seluruh dunia. Terbebasnya Indonesia dari dominasi imperialisme Amerika Serikat dan tegaknya kedaulatan rakyat dan keadilan sosial di Indonesia akan memberikan sumbangan yang cukup besar bagi kebangkitan rakyat di negeri-negeri tertindas lainnya, seperti Palestina.

Gaza adalah cermin bagi kita bahwa tidak akan ada perdamaian yang abadi selama imperialisme masih berdominasi.

Syamsul Ardiansyah — Direktur Eksekutif INDIES

Advertisements

Written by INDIES

January 6, 2009 at 4:25 pm

Posted in Uncategorized

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Assalamualaikum… Lam kenal sebelumnya..
    Saya sepakat klo semua pengin perdamaian. Tapi saya kurang sepakat klo misalnya terjadi penyudutan terhadap posisi Hamas dengan mengatakan bahwa ini bagian dari propaganda politik Hamas karna hanya ingin mengukuhkan kedudukannya dan mengucilkan kelompok lain (Fatah). Sebab menurut saya, Hamas pun tidak menginginkan perang, namun, zionis lah yang memancing dan ‘memaksa’ Hamas untuk mempertahankan posisi negaranya, Palestina. Dan merupakan perintah Allah-lah ketika agama diinjak-injak, maka kita harus mengangkat dan mendirikannya kembali.
    Dan ketika aksi peduli Palestina dikatakan adalah propaganda politik saja dari PKS, HTI, FPI ataupun lainnya. Sepertinya kita perlu kembali menilik arti kepedulian itu sendiri. Jujur, merekalah yang dalam garis terdepan yang telah membuktikan arti kepedulian itu dalam artian yang sebenarnya. Dibandingkan mugkin kita yang masih hanya sebatas berkata dan mendefinisikan arti peduli itu sendiri. Wallahu a’lam bishshowab, hanya Allah yang berhak memberikan nilai pada perbuatan manusia…

    zainmujahid

    January 7, 2009 at 1:25 pm

  2. Waalaikumsalam… terima kasih atas komentarnya. Seperti yang anda tuliskan dalam bagian akhir komentar anda, hanya Allah yang berhak memberikan nilai pada perbuatan manusia.

    Saya sepakat dengan anda bahwa perang ini adalah perang agresi yang dilakukan oleh AS-Israel terhadap rakyat Palestina.

    Mengenai pendapat saya yang lain, tentunya bila tidak berkenan, tidak perlu anda sepakati. Terlebih, saya sendiri sangat menyadari keterbatasan-keterbatasan saya sebagai seorang individu yang melihat masalah Gaza dari titik pandang yang mungkin cukup jauh.

    sekali lagi, terima kasih.

    INDIES

    January 7, 2009 at 2:03 pm


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: