Institute for National and Democratic Studies

Suhu Dingin mengancam Kesehatan Korban

leave a comment »

Suhu dingin Pangalengan menjadi hambatan tersendiri yang mengancam kesehatan korban gempa bumi di kawasan tersebut. Berikut ini laporannya.

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter yang melanda Jawa Barat bagian selatan turut mengakibatkan kerusakan parah di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Diperkirakan, sekitar 80% bangunan hancur dan setidaknya 10 orang tercatat meninggal dunia akibat gempa.

Pada saat ini, Posko Jabar Bangkit masih mengonsentrasikan upaya penanganan dampak gempa di Pangalengan, khususnya di Desa Margamekar dan Sukamanah, Kecamatan Pangalengan.

Cara warga mengatasi dingin adalah dengan membungkus tenda dengan plastik.

Cara warga mengatasi dingin adalah dengan membungkus tenda dengan plastik.

Menurut Rahmat, anggota Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) yang juga Koordinator Posko Jabar Bangkit di Pangalengan, setidaknya terdapat 5000 jiwa warga korban gempa yang tengah ditangani. Kondisi warga secara umum masih berada dalam kondisi trauma dan perlahan telah mulai pulih. Dampak terburuk akibat gempa dialami anak-anak dan manula, khususnya pada malam hari.

Seperti diketahui, Pangalengan adalah wilayah pegunungan dengan suhu pada malam hari bisa mencapai 18 derajat celsius. Suhu di musim kemarau seperti sekarang akan terasa jauh lebih dingin dibandingkan musim hujan. Karenanya, kondisi di tenda-tenda pengungsian pada malam hari jauh lebih memprihatinkan.

Diperkirakan, lebih dari dua ribu selimut dibutuhkan untuk membantu korban mengatasi suhu dingin pada malam hari. Selain itu, berdasarkan informasi dari pejabat setempat, tenda yang tersedia di Pangalengan baru sekitar 50 tenda, dari sekitar 200 tenda yang dibutuhkan.

Susu untuk balita dan pakaian dalam juga dibutuhkan warga. Untuk masalah dampak kesehatan, dibutuhkan penanganan medik dan penyediaan obat-obatan, khususnya obat penurun panas dan pernafasan, juga dibutuhkan oleh warga.

“Konsentrasi pekerjaan tim relawan dari Posko Jabar Bangkit masih seputar melakukan asesmen dampak gempa mengingat belum seluruh areal terdampak telah diasesmen. Untuk pekerjaan penanganan darurat masih terkonsentrasi di Desa Sukamanah dan Margamekar, Kecamatan Pangalengan,” jelas Rahmat yang juga menjadi salah seorang warga yang menjadi korban karena rumah tinggalnya ikut roboh akibat gempa.

Untuk kebutuhan desa-desa yang tengah tangani posko Jabar Bangkit, logistik berupa bahan makanan yang bernutrisi masih tetap diperlukan. Bagi yang hendak menyumbangkan logistik makanan, diharapkan tidak hanya mengirimkan bahan-bahan instant, namun juga disertai bahan-bahan makanan lain yang bisa dimasak.

“Kami kira, kegiatan memasak bersama dapat menjadi salah-satu upaya pemulihan trauma bagi korban bencana gempa,” jelas Rahmat.***

Sumber: http://jabar-bangkit.webs.com/

Advertisements

Written by INDIES

September 5, 2009 at 2:18 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: