Institute for National and Democratic Studies

SELAMATKAN BURUH MIGRANT INDONESIA (BMI) DARI HUKUMAN PANCUNG DI SAUDI ARABIA-PEMERINTAH INDONESIA HARUS MEMBERIKAN PERLINDUNGAN SEJATI TERHADAP BMI

leave a comment »

Hari Sabtu, 18 Juni 2011 Ruyati binti Satubi seorang BMI asal Kp. Ceger, kecamatan Sukatani, Bekasi Jawa Barat dihukum pancung oleh pemerintah Saudi Arabia atas tuduhan pembunuhan terhadap majikan tempat dia bekerja. Ruyati mengakui membunuh majikannya atas dasar pembelaan diri atas perlakuan tidak manusiawi sang majikan selama dia bekerja, seperti ditimpuk sandal, jarang diberi makan bahkan disaat bulan puasa sekalipun Ruyati tidak diberikan makan oleh majikan. Eksekusi ini adalah hukuman mati yang ke-28 dilaksanakan oleh pemerintahan Saudi Arabia selama tahun ini.

Jika Ruyati merasa tidak kerasan, khususnya karena ada tindakan-tindakan “diluar” kontrak (semisal kekerasan yang kerap dialaminya), maka agen/pemerintah RI yang menempatkan Ruyati di rumah tersebut harusnya bertindak cepat untuk menyelamatkan kepentingan Ruyati. Sementara yang terjadi bukanlah demikian, sehingga akhirnya terjadilah masalah tersebut.

Kasus ini telah berlangsung lama, proses persidangan Ruyati sudah berlangsung sejak bulan Mei 2010, dan saat itu Ruyati terancam mendapatkan hukuman qisas. Keluarga almarhumah mengaku sama-sekali tidak mendapatkan pemberitahuan dari Kementrian Luar Negeri. Terlebih, KJRI Jeddah justru mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan dari pemerintah Kerajaan Saudi Arabia perihal rencana eksekusi tersebut.

Sekali lagi ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia belum mempunyai upaya yang sungguh-sungguh dalam memberikan “Perlindungan Sejati” terhadap seluruh BMI yang bekerja diluar negeri. Meskipun pihak pemerintah melalui KJRI Jeddah mengklaim telah berusaha melakukan upaya pendampingan dalam setiap persidangan Ruyati, namun kenyataan pahit ini membuka fakta yang sesungguhnya, bahwa pemerintah Indonesia memang tidak peduli dan tidak bersungguh-sungguh dalam menyelamatkan warga negaranya dari ancaman hukuman mati.

Kondisi ini sangat bertolak belakang dengan apa yang disampaikan Presiden SBY ketika berpidato dalam Sidang ILO di Jeneva beberapa hari yang lalu. Seruan SBY dalam pidato tersebut menyatakan bahwa pemerintah Indonesia memberikan apresiasi yang tinggi atas disahkannya Konvensi ILO tentang Pekerja Rumah Tangga. Pemerintah Indonesia juga akan mendukung pelaksanaan Konvensi ini karena memang sudah seharusnya pekerja rumah tangga mendapatkan perlindungan atas hak-haknya. Bahkan, pada bulan Mei yang silam, Ketua BNP2TKI Jumhur Hidayat juga “menggembar-gemborkan” keberhasilan pembicaraan dalam Senior Official Meeting (SOM) dengan perwakilan pemerintah Saudi Arabia untuk membuat MoU tentang perlindungan BMI di Saudi Arabia. Pidato SBY termasuk pernyataan Jumhur Hidayat kemudian hanya menjadi “lips service” ketika nyawa Ruyati tidak dapat diselamatkan dari hukuman pancung pemerintah Saudi Arabia.

Hukuman pancung terhadap Ruyati adalah “Illegal Killing“. Hukuman ini terjadi tidak terlepas dari kebijakan pemerintah Indonesia yang tidak pernah mau berbenah memperbaiki instrument hukum yang mengatur tentang BMI. Seperti kita ketahui, UU 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri (PPTKILN) menegaskan bahwa pemerintah hanya boleh menempatkan TKI di negara-negara yang sudah menandatangani MoU penempatan dan perlindungan TKI. Sehingga kami menyebut penempatan TKI di Saudi Arabia adalah proses penempatan illegal yang dilegitimasi oleh pemerintah Indonesia. Pembenahan menyeluruh harus dimulai dari pemerintah Indonesia sendiri, perbaikan sistem penempatan dan perlindungan terhadap BMI harus menjadi prioritas, salah satunya adalah memperbarui instrument hukum tentang perlindungan dan pemenuhan hak-hak BMI.

Advertisements

Written by INDIES

June 20, 2011 at 6:13 am

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: